Terima Kasih Ayah Dan Mak Dua Sejoli Hatiku

curhatan inspiratif rasa cinta

Terima kasih ayah dan mak dua sejoli hatiku adalah curhatan inspiratif rasa cinta pada orang tua yang sangat besar dari seorang anak setelah sukses meraih cita-cita meski dilahirkan dari keluarga kurang mampu. Bagaimana curahan hatinya ? simak pada curhat inspiratif berikut :

Curhatan Inspiratif Rasa Cinta Pada Orang Tua – Terima Kasih Ayah Dan Mak Dua Sejoli Hatiku

“Saat dunia menjauh tetapi engkau malah mendekat dan memelukku. Engkau bisikan kata cinta, ya cinta yang tak semua orang memahaminya”.

Sore itu, saat hujan membasahi dedaunan di halaman rumah kita, seperti biasa kita bak anak kecil merindukan musim hujan tiba, asik menikmati setiap titik yang jatuh ke bumi. Tanganku tak mau lepas mengenggam jemari tangan yang mulai keriput termakan usia. Ku bisikan kata “Aku bahagia memilikimu, duhai dua sejoli hati”. Seketika itu, mendadak kedua tanganmu mengelus pundaku dan berkata “Tetaplah bersyukur nak, dalam doa kami tak luput mendoakan kebahagiaanmu”. Airmata menetes seiring turunya hujan. Tuhan, Jaga Ayah dan Amak untukku, dan untuk kami semua.

Aku akui, aku memang tak pernah bisa berlama-lama jauh dari rumah. Waktu kuliah aku selalu merindukan rumah apalagi Ayah dan Amak. Bagaimana tidak. Ketulusan dan kasih sayang yang abadi hanya ada pada orang tua.

Dan lelaki pertama yang mengenalkan cinta dan kasih sayang, bahkan rela mempertaruhkan nyawanya untuk sang anak, yaitu Ayah.

Ayah dan Mak, tetaplah bersemayam di hati dan  jiwa ku. Aku bukanlah apa-apa jika tanpa pengorbanan dan didikan engkau.

Ayah, ku sadar tidak mudah menjadi seorang ayah yang berusaha mewujudkan mimpi-mimpi gadis kecil yang kini sudah tumbuh dewasa. Terima kasih Ayah kini mimpi-mimpi itu satu per satu mulai nyata. Meski saat ini aku bukanlah siapa-siapa yakinlah suatu saat nanti akan ku katakana pada dunia. “Ayahku Ayah terhebat, Ayahku seorang tukang ojek yang mampu menyulap mimpi putrinya menjadi nyata”.

Mereka boleh mendikte bahkan mencemoohkan kita dulu, tapi bukan untuk hari ini, tepatnya saat gelar Magister itu ku raih. Aaahhhh mereka boleh berkata “Mana mungkin anak tukang ojek bisa menyelesaikan Strata Dua (S2) dan punya uang seratus juta untuk mengambil S2 ?”. Perkataan yang sama juga terlontar saat aku ingin melajutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi. Semua itu, ku simpan dan setiap waktu ku adu kan pada Sang Pengatur kehidupan Allah, Tuhan tak pernah tidur dan setiap kita tak pernah luput dari pantauan-Nya.

Semua celotehan mereka ku simpan, ku jadikan cambuk saat ku mulai lelah dan malas dalam meraih mimpiku. Setiap keringat Ayah yang menetes mengharapkan suatu saat nanti anaknya bisa menjadi orang yang bermanfaat.

Lihatlah Yah, lihatlah Mak. Meskipun kita tidak punya banyak harta, rumah dan mobil mewah. Tetapi aku bangga dan beruntung memiliki dua sejoli hati sepertimu. Aku tidak pernah malu mengatakan kalau aku adalah anak tukang ojek.

Jangan malu, jangan rendah diri karena kita memiliki kedudukan sama di mata Allah. Kata siapa anak tukang ojek, tukang becak, buruh, dan petani tak bisa mengapai cita-cita ? Semua kita pasti bisa asalkan tekat dan kemauan kita kuat.

Tuhan mimpi besarku hanya sederhana “Berikan kesehatan, umur yang panjang dan jaga dua sejoli hatiku sampai aku bisa membahagiakan mereka yang tercinta”.


Terima kasih buat sobat pemirsa laman Bisfren sekalian yang sudah membaca curhatan inspiratif rasa cinta pada orang tua. Semoag curahan hati diatas bermanfaat dan dapat membangkitkan semangat untuk menggapai cita-cita. Salam sukses.

Dibagikan

Penulis :

Artikel terkait