Cerita Pendek Misteri Tragedi Susuk Kelabang Merah

cerita pendek misteri tragedi susuk kelabang merah

Cerita pendek misteri tentang wanita memakai susuk kelabang merah yang suaminya selingkuh namun menemui ajal hanya beberapa saat setelah perselingkuhannya dengan wanita penghibur jalanan. Susuk dalam diri sang istri tidak rela lalu menghabisinya. Silahkan simak cerita pendek misteri selengkapnya.

Tragedi Susuk Kelabang Merah @ Cerita Pendek Misteri

Tidak terasa lima tahun sudah pernikahan Hendra dengan Hani, akan tetapi belum juga ada tanda-tanda mereka akan mendapat keturunan. Jika melihat mereka, banyak orang merasa iri, karena terlihat sekali kemesraan mereka. Dan yang membuat iri para wanita adalah cinta Hendra kepada Hani sangat besar. Berada dimanapun dan kapanpun, Hendra tidak pernah merasa canggung untuk memperlihatkan betapa cinta hatinya kepada Hani. Tak pernah satu haripun dia terlewat untuk menyapa istrinya melalui pesan singkat maupun telepon disela-sela waktu senggangnya bila dirinya sedang berada di kantor maupun tempat lain.

Bila waktu pulang kerja tiba, sering Hendra mampir ke toko – toko banyak berjajar di sepanjang perjalanan untuk membeli sesuatu buat istrinya atau berbelanja sesuatu atas pesanan Hani. Jika harus pulang agak telat, seringkali dia menelpon istrinya untuk makan malam di luar bersama meskipun seringkali Hani menolak dengan alasan jarak tempat tinggal mereka dengan kantor cukup jauh. Akan tetapi bila hal tersebut terjadi, sama sekali Hendra tidak merasa kecewa. Rasa cintanya kepada Hani membuatnya mampu memaklumi apapun keinginan serta kehendak istrinya. Sungguh sebuah cerita cinta teramat sempurna yang diperoleh Hani dari suaminya.

Teman-teman kantor pria Hendra pun kagum pada Hani. Pada jaman sekarang, sangat banyak wanita cantik. Jalan kemanapun kita akan menemukan wanita cantik berpapasan. Akan tetapi kecantikan Hani berbeda. Wajah, cara bicara, suaranya seperti memiliki karisma yang tidak bisa ditemukan di wajah perempuan cantik pada umumnya.

Akan tetapi, diluar itu semua, ada hal tidak dapat disangkal oleh Hendra yang tidak pernah disadari oleh siapapun. Sejak menikah dengan Hani, karirnya melesat cepat. Dari hanya seorang Junior Desainer, dia kini telah menjadi manager kepercayaan perusahaan karena kemampuannya menghasilkan karya-karya yang memukau klien. Tidak ada satupun klien tidak suka pada sentuhan Hendra, bahkan banyak klien tidak mau order mereka ditangani orang lain tanpa disentuh oleh Hendra. Itulah yang membuat Hendra merasa bahwa istrinya adalah pembawa keberuntungan baginya. Membuatnya mampu membeli sebuah rumah besar mewah di pinggir kota dengan beberapa pembantu dan sopir.

Hani memang merasakan segala kebahagiaan dan kemewahan dari kehidupannya dengan Hendra. Mungkin itu membuatnya merasa apa yang telah dilakukannya pada masa lalu sudah benar. Meski tak pernah sekalipun diungkapkan kepada suaminya, hati kecilnya bahkan meyakini bahwa kesuksesan suaminya bukan tanpa sebab dari dirinya. Aura terpancar dari dirinya akibat susuk kelabang merah begitu kuat terserap oleh suaminya tanpa disadari setiap kali mereka melakukan hubungan suami istri. Jeritan histeris Hendra mengakhiri setiap hubungan mereka merupakan terpaan kekuatan dahsyat susuk kelabang merah yang terserap oleh tubuhnya membuat Hendra tidak akan pernah mampu melupakan sensasi kenikmatan dan kebahagiaan setelahnya. Memang begitulah salah satu cara bekerja susuk kelabang merah. Meski dimasukan dan bersemayan pada bibir Hani, secara gaib dia akan merayap ke organ intim pemakainya melalui pembuluh darah pada saat pemakainya melakukan hubungan. Sangat berbeda dengan susuk berlian, intan maupun emas.

Berbeda dengan Hani, energi yang diterima Hendra sebenarnya bersifat temporer dan tidak penuh, akan tetapi dampaknya sudah cukup untuk membawanya pada kesuksesan karir luar biasa. Itu sebabnya banyak orang tua mengatakan kehebatan lelaki banyak bergantung pada istrinya. Seorang Istri meski tanpa bantuan gaib sekalipun mampu membagikan aura kepada suaminya membawa sang suami pada puncak sukses. Ketika sang suami terlena, tergoda pada wanita lain maka energinya menjadi kacau. Bahkan bila dirinya meninggalkan sang istri, maka aura kesuksesan mungkin tidak lagi didapat dan banyak contoh kaum lelaki jatuh terpuruk disaat masa kejayaannya, akibat godaan wanita.

Inilah sebenarnya yang dirasakan oleh Hendra. Aura susuk kelabang merah dari Hani memang membawanya pada kejayaan. Akan tetapi energinya memiliki kekuatan untuk membuatnya selalu ingin melakukan hubungan dengan istrinya. Celakanya, pada waktu-waktu tertentu energi tersebut membuatnya merasakan keinginan sangat kuat untuk berhubungan dengan wanita lain. Akan tetapi kesibukan masih membuatnya mampu bertahan.

Hani pun demikian, pada saat-saat tertentu dirinya merasakan dorongan teramat besar untuk melakukan hubungan. Akan tetapi hingga saat ini dia masih mampu bertahan menjaga kesetiaannya dari pengaruh susuk kelabang merah.

********

Malam semakin larut. Hari ini meeting antara Hendra dengan klien belum ada tanda-tanda akan usai. Meski hatinya gelisah ingin segera bertemu istri tercinta, tetapi mampu ditutupinya dengan baik dihadapan klien yang memberi kepercayaan kepadanya. Untunglah tepat jam 11 malam acara tersebut selesai. Masing-masing pun bersiap pulang kembali ke rumah. Sebelum pulang Hendra menyempatkan mengirim pesan pada istrinya, akan tetapi ditunggu-tunggu tidak ada jawaban, berarti Hani sudah tertidur. Diapun segera menuju kendaraan untuk pulang.

Entah mengapa malam itu dirinya memilih untuk melewati jalan yang disekitarnya terletak tempat-tempat hiburan kelas menengah atas. Kerlap-kerlip lampu disana seakan menjanjikan kenikmatan. Dikendarai kendaraan perlahan, hingga tiba di persimpangan dilihatnya seorang wanita muda cantik berkulit putih berpakaian sopan menggunakan blazer warna gelap layaknya seorang pegawai baru pulang bekerja. Berdiri dipersimpangan seperti wanita menunggu angkutan diterangi cahaya lampu jalan malam membuatnya cepat menarik perhatian. Tak sedikitpun dia menampilkan kesan seorang penghibur.

Rasa iseng ditambah meyakini istrinya sudah tertidur sementara dirinya butuh sesuatu akibat lelah emosi usai presentasi membuat Hendra sengaja menepi beberapa meter setelah melaluinya. Sang wanita pun menghampiri. Disana letaknya salah satu perbedaan antara wanita penghibur dengan wanita biasa, mereka berani menghampiri kendaraan yang berhenti di dekatnya. Hendra membuka sedikit kaca samping.

“Hai.. mau kemana ?” tanya Hendra. Wanita tersebut tersenyum memamerkan sederet gigi yang putih. Hmm… dari jarak sedekat ini baru terlihat betapa wajah wanita tersebut sangat cantik. Tubuh tinggi sintal membuatnya harus menunduk saat melongok ke dalam jendela kaca sehingga bagian atas pakaiannya jatuh kebawah menyingkap sedikit rahasia isi di dalam kemasan. Tenggorokan Hendra sedikit tercekat melihatnya.

Hendra tidak menyadari bahwa setiap wanita penghibur menggunakan pemikat dan penglaris gaib yang bisa berlawanan dengan auranya atau mempengaruhi energinya

“Terserah Mas saja” jawabnya lancar tanpa beban. Deg… Hendra kaget mendengar jawabannya, tapi otak kotornya segera mengerti membuatnya lantas melakukan improvisasi. “Berapa ?”.  Wanita tersebut tersenyum lagi seperti menyadari bahwa tamunya pendatang baru. “Satu setengah short,” katanya. Ah tidak mahal, batin Hendra. “Dimana ?,” tanyanya lagi. “Terserah saja, kalau mau yang dekat disana” ucap sang wanita menunjuk sebuah bangunan Hotel bintang 4 yang hanya terlihat plang  namanya saja. Hendra berpikir sejenak, ada keraguan dalam hati. Jika dia peka dan menyadari,  sebenarnya ada sesuatu tak terlihat dalam dirinya memberi peringatan bahwa dirinya tak diperkenankan melakukan hal tersebut. Akan dia mengabaikannya, maka pada tengah malam itu terjadilah perbuatan terlarang.

Kenikmatan sesaat yang tiada disadari menguliti semua energi gaib Hendra. Pikiran modernnya mengabaikan segala hal berbau mistis sehingga tiada pernah dirinya mengetahui apalagi meyakini bahwa semua penghibur menggunakan sesuatu dalam dirinya sebagai pemikat dan penglaris. Tanpa menggunakan penglaris gaib, persaingan dirinya dalam dunia malam tidak akan seimbang. Kecantikannya tak kan terlihat oleh pelanggan. Secantik apapun dirinya, akan tertutupi oleh kekuatan-kekuatan mistis dari pesaingnya. Akan tetapi ketika semua menggunakan kekuatan gaib, persaingan akan kembali sebagaimana layaknya semua tidak menggunakan. Hanya sebuah persaingan normal adu kecantikan dan pelayanan. Aneh bukan ? akan tetapi memang begitulah kenyataannya.

Dan Hendra tiada sedikitpun merasakan bahwa energi titipan Hani, tercabik saat tubuhnya memasuki wanita penghibur tersebut. Meski tidak semua tetapi itu sudah tersayat-sayat bak sebuah baju compang-camping. Namun mata batin terlatih mampu melihat akibat dari cerita selingkuh singkat nya.

*****

Hendra tiba di rumah menjelang pagi. Hani masih tertidur. Sepertinya Hani tak terjaga sekejap pun malam itu. Segera dia membersihkan diri lalu berbaring di samping Hani. Baru saja matanya terpejam akan memasuki alam impian, tiba-tiba Hani terjaga. Matanya menatap sang suami, dia tak mengerti mengapa hatinya tiba-tiba merasa sangat sedih. Tetapi disela rasa sedihnya dalam hatinya seperti ada kemarahan diluar kendali, tak diketahui penyebabnya. Namun bukan itu saja dirasakannya. Perlahan dia bangkit menuju kamar kecil namun matanya masih terus memandangi suaminya dengan perasaan aneh. Hanya beberapa menit keluar dari sana jiwanya seperti terbakar api asmara. Perlahan disingkapnya selimut penutup tubuh sang suami. Ah.. api itu terlalu bergejolak, bahkan mampu membakar tubuh lelah baru saja terlelap. Dua raga itupun tak berpenghalang dalam sekejab.

Akan tetapi saat tubuh mereka menyatu raga, terdengar suara teriakan tertahan dari mulut Hendra. Sang suami merasakan nyeri teramat sangat pada organ yang berada dalam tubuh istrinya. Tapi bukan itu penyebabnya berteriak. Dadanya mendadak terasa sangat nyeri sontak membuatnya mendekap. Lalu tubuhnya kaku tak lagi bergerak. Hani yang merasa kaget, segera mendorong tubuh kaku suaminya ke samping.  Panik digoyang-goyangkan tubuh tersebut tapi tak ada reaksi. Segera dinyalakannya lampu kamar. Matanya melihat ada tanda kehitaman pada dada suaminya. Diapun menjerit keras membangunkan seisi rumah bahkan terdengar hingga ke rumah-rumah tetangga sebelah.

Malam itu, Hendra, sang suami mati terkena apa yang disebut dokter sebagai serangan jantung. Akan tetapi tidak seorangpun termasuk Hani mengetahui bahwa penyebabnya adalah sengatan kelabang merah gaib pada organ intimnya. Pagi itu Hani terus menangis meratapi kematian suaminya, akan tetapi anehnya dalam tangis dia merasa emosinya datar hambar. Bukan sebuah kesedihan sewajarnya namun dia tak pernah dapat memahaminya.

=== TAMAT ===

Dibagikan

Penulis :

You may also like

2 Comments

  1. Buat apa sih pakai-pakai susuk segala ? Yang normal saja lah. Tapi menurutku cerita misteri ini menarik he he he jadi sedikit ngerti wakakakak. Mohon kak admin posting cerita pendek misteri lainnya yang lebih horor. Top buat kak admin

  2. Aku ataunya susuk sate ayam sama susuk sate kambing. Ueeenak tenan :). Tapi emang sih di jaman modern kek gini urusan cerita mistis masih ada dan banyak. Cuma setahun aq cerita mistis, maaf ya, banyaknya di kalangan penjahat dan dunia hiburan. Klo orang yang hidupnya lurus-lurus saja gak butuh sama jin dan setan.