Yang Selalu Kurindukan

curahan hati wanita sedih tak punya anak

Yang selalu kurindukan adalah curahan hati wanita sedih tak punya anak. Dia sangat mendambakan anak keturunan setelah empat tahun pernikahan. Bagaimana akhir cerpen curahan hati ini ? silahkan simak pada cerita curahan hati berikut.

Curahan Hati Wanita Sedih Tak Punya Anak – Yang Selalu Kurindukan

Hari ini adalah ulangtahun pernikahan kita yang ke empat tahun. Sebuah waktu yang relatif lama. Dan di tahun ke empat ini, belum juga aku bisa membahagiakanmu, kita belum diberi momongan Aku menghela nafas panjang, kupandangi ombak yang berdebur cukup kencang, yang kulihat dari balik jendela kamar hotel.

Di ulang tahun pernikahan kali ini kamu mengajakku untuk berlibur ke Pulau Bali. Aku begitu gembira dan bahagia punya suami sebaik kamu tapi aku juga bersedih ketika ternyata aku  belum juga bisa membahagiakanmu, aku belum bisa memberimu anak. Walaupun dua tahun yang lalu aku sempat diberi kesempatan untuk hamil, dan berakhir dengan keguguran.

Hal itu membuat aku sangat kecewa karena aku tidak bisa menjaga kehamilanku. Tapi mau bagaimana lagi, takdir berkata lain anak kita harus lahir lebih awal dalam kondisi sudah tidak ada. Aku tahu kamu juga sangat bersedih dan kecewa, tapi di hadapanku kamu tidak pernah menunjukkan kesedihan itu. Kamu selalu ada, saat aku menangis, kamu yang selalu menguatkanku.

Bayangan untuk kita menimang anak kita, seketika sirna. Tapi sekali lagi kita hanya bisa menerima, karena semua ini sudah takdirNya. Anak kita akan jaditabungan kita kelak di sana.

Aku semakin bersedih ketika adik-adikmu satu per satu telah memiliki momongan. Saat pertemuan keluarga, hanya kita satu-satunya yang belum memiliki momongan. Kamu selalu menggenggam tanganku, seolah kamu tahu dengan kesedihanku.

“Hanya sebentar saja, habis itu kita pulang. ” Bujukmu saat aku tidak ingin datang ke acara pertemuan keluarga itu. Dan benar saja, setiap kali aku pulang dari acara itu, pasti selalu tumpah airmataku.

Hatiku sangat bersedih ketika ada saja pertanyaan. “ Kok belum dapat momongan sih?” Aku hanya bisa menangis, karena aku bisa apa, bukan aku yang menentukan. Segala macam cara sudah kami tempuh, dari dokter biasa hingga yang bergelar professor, juga segala macam dukun dan pengobatan alternatif.

Sebenarnya dari sekian tes yang aku lakukan, kondisi kami sehat tidak ada kendala, tapi mungkin Allah belum berkehendak.

Aku juga tahu pasti kamu begitu lelah dengan semua ini. Hingga akhirnya kamu memutuskan ambil cuti dan menghabiskan waktu bersama di Bali.

Kamu mendekatiku, lalu bersamaku kamu ikut memandangi ombak dari balik jendela kamar hotel yang telah kamu pesan. “ Lihat ombak itu sayang. Mereka tidak pernah lelah untuk menghancurkan karang. Kita juga harus begitu, kita harus meniru ombak itu, kita harus tetap semangat. Kita hanya menjalani, kita akan selalu bersama sayang.” Kata-katamu telah membuatku terharu. Tak terasa airmata menetes dari pipiku.

Ya Allah aku sangat bersyukur punya suami seperti suamiku. Walaupun belum di anugerahi momongan, hal ini tak menyurutkan cintaku padanya.

Aku merasa sangat damai, menghabiskan waku berdua bersama suamiku. Di sini kami bisa bersenang-senang, melakukan apa saja. Aku tidak peduli dengan apa yang terjadi pada mereka ataupun omongan mereka-mereka yang kadang membuatku bersedih. Yang ada, aku hanya memikirkan kebahagiaan kami berdua, itu saja.

Aku sangat yakin, pasti semua akan indah pada waktunya. Hidup ini terlalu berharga untuk aku isi dengan sesuatu yang tidak penting. Aku harus menerima  semua ini dengan ikhlas. Menjalani hidup ini dengan apa adanya. Mengalir saja.

Suamiku memegang tanganku begitu erat, menggandeng tanganku menyusuri jalan di sepanjang pantai. Aku pandangi dia, dia menoleh padaku, lalu tersenyum padaku.

Ya Allah aku bahagia setiap kali melihat senyumnya, dan satu permintaanku semoga Engkau beri kepercayaan pada kami untuk memiliki momongan. Engkau pasti akan selalu mendengar do’a hamba-hambaMu. Dan pasti akan berikan kami yang terbaik, anak yang selalu kami rindukan. (AF)


Terima kasih telah membaca curahan hati sedih wanita tak punya anak. Semoga cerita curhat diatas dapat menghibur dan bermanfaat bagi sobat sekalian. Salam sukses.

Dibagikan

Anik Fityastutik

Penulis :

Artikel terkait